Pemadaman Bergilir Bikin Resah, AKPERSI Sumut Soroti Pelayanan PLN Tebing Tinggi
TEBING TINGGI | DUTA NUSANTARA – Pemadaman listrik bergilir yang berulang di sejumlah wilayah Kota Tebing Tinggi dan sekitarnya mulai menuai keluhan masyarakat.
Pemadaman yang disebut terjadi pada waktu berbeda, mulai pagi hingga malam hari, dinilai mengganggu aktivitas warga. Durasi pemadaman berdasarkan keluhan yang diterima disebut bervariasi, sekitar satu hingga tiga jam.
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada aktivitas rumah tangga, tetapi juga dikeluhkan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pelajar, serta masyarakat yang membutuhkan kepastian pasokan listrik untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Persoalan lainnya yang menjadi sorotan adalah informasi mengenai penyebab dan jadwal pemadaman yang dinilai belum diterima masyarakat secara memadai.
Warga Butuh Kepastian
Keluhan tersebut mendapat perhatian Ketua DPD AKPERSI Sumatera Utara.
Menurutnya, pemadaman listrik yang terjadi berulang perlu diikuti dengan komunikasi publik yang jelas, terutama apabila berkaitan dengan pemeliharaan jaringan, gangguan teknis, atau kondisi sistem kelistrikan tertentu.
“Pemadaman bergilir ini sangat mengganggu aktivitas warga, terutama pelaku UMKM, pelajar, dan pelayanan publik. Warga butuh kepastian, bukan hanya pemadaman tanpa pemberitahuan,” ujarnya, Senin (29/9/2026).
Ia menilai informasi yang terbuka penting agar masyarakat dapat mengetahui kondisi kelistrikan dan menyesuaikan aktivitasnya ketika pemadaman memang harus dilakukan.
“Jika ada pemeliharaan jaringan atau defisit daya, sampaikan secara terbuka melalui kanal resmi. Jangan biarkan warga berspekulasi. Ini soal pelayanan publik,” tegasnya.
PLN Diminta Jelaskan Penyebab
AKPERSI Sumut meminta PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tebing Tinggi memberikan penjelasan mengenai penyebab pemadaman yang terjadi di sejumlah wilayah.
Penjelasan tersebut dinilai penting untuk memastikan apakah pemadaman berkaitan dengan pemeliharaan jaringan, gangguan teknis, keterbatasan pasokan daya, atau faktor lainnya.
Selain penyebab, PLN juga diharapkan memberikan informasi mengenai jadwal pemadaman apabila pekerjaan dilakukan secara terencana, termasuk langkah yang ditempuh untuk mempercepat pemulihan pasokan listrik.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada Manager PT PLN (Persero) ULP Tebing Tinggi masih dilakukan.
Konfirmasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperoleh penjelasan langsung dari pihak PLN sekaligus menjaga keberimbangan pemberitaan.
Pelayanan Publik Jadi Sorotan
Bagi masyarakat, listrik bukan sekadar kebutuhan rumah tangga. Gangguan pasokan listrik dapat berdampak langsung terhadap kegiatan ekonomi dan pelayanan yang menggunakan perangkat elektronik.
Pelaku UMKM, misalnya, dapat mengalami hambatan ketika menjalankan aktivitas usaha. Demikian pula pelajar yang membutuhkan listrik untuk kegiatan belajar serta pelayanan publik yang bergantung pada perangkat dan jaringan elektronik.
Karena itu, AKPERSI Sumut mendorong PLN tidak hanya fokus pada penanganan gangguan, tetapi juga memperkuat komunikasi dengan pelanggan.
Informasi yang mudah diakses mengenai penyebab gangguan, perkiraan durasi pemadaman, hingga perkembangan proses pemulihan dinilai dapat membantu masyarakat memperoleh kepastian.
AKPERSI Dorong Evaluasi
AKPERSI Sumut meminta PLN meningkatkan keandalan jaringan sekaligus mengevaluasi pola pelayanan apabila pemadaman berulang terus terjadi.
Ada tiga hal yang menjadi perhatian, yakni keterbukaan informasi mengenai pemadaman, percepatan penanganan gangguan atau pemeliharaan jaringan, serta kejelasan mengenai hak dan mekanisme pelayanan pelanggan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap persoalan ini segera mendapat perhatian dan penanganan. Jangan sampai masyarakat hanya mengetahui listrik padam, tetapi tidak mengetahui penyebab dan kapan pasokan kembali normal,” ujarnya,Selasa(29/9/2026).
AKPERSI Sumut juga meminta PLN melalui Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara melakukan evaluasi terhadap kondisi pelayanan kelistrikan di wilayah Tebing Tinggi apabila pemadaman berulang tersebut berkaitan dengan persoalan teknis maupun keandalan jaringan.
Menunggu Jawaban PLN
Sorotan terhadap pelayanan PLN tersebut kini menunggu penjelasan resmi dari pihak perusahaan untuk memastikan penyebab pemadaman serta langkah yang telah dan akan dilakukan.
Jika pemadaman merupakan bagian dari pekerjaan teknis yang telah direncanakan, informasi jadwal menjadi penting bagi masyarakat. Sementara jika terjadi akibat gangguan yang tidak dapat diprediksi, pelanggan juga membutuhkan informasi mengenai proses penanganan dan perkiraan pemulihan.
Dengan demikian, persoalan pemadaman listrik tidak berhenti pada soal listrik menyala atau padam, tetapi juga menyangkut kepastian informasi dan kualitas komunikasi pelayanan kepada masyarakat.
Pihak PLN memiliki hak jawab dan hak koreksi atas informasi maupun pernyataan yang disampaikan dalam pemberitaan ini sesuai dengan prinsip keberimbangan dan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.***
(Red)
Related Articles