Kader Pelopor PKS Sumut Ditempa Jadi Pemimpin Berkarakter di Sibolangit

Politik 05 Oct 2026 17:06 • 3 min read • 47 views • By admin

Share berita ini

Kader Pelopor PKS Sumut Ditempa Jadi Pemimpin Berkarakter di Sibolangit
Mengangkat tema “Membangun Kapasitas Diri untuk Menjadi Pemimpin yang Berkarakter PKS (Potensial, Kompeten, Solih)”, pembekalan menekankan pentingnya proses pengembangan diri sebagai fondasi dalam membangun kepemimpinan yang berkarakter.

DELI SERDANG | DUTA NUSANTARA — Kepemimpinan tidak lahir hanya dari posisi atau jabatan. Seorang pemimpin membutuhkan kapasitas diri, kompetensi dan karakter agar mampu menjalankan amanah secara bertanggung jawab.

‎

‎Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam materi kepemimpinan yang disampaikan Coach H.A. Hadian, S.Pd.I., M.AP., kepada kader pelopor PKS Sumatera Utara dalam Kembara Kemah Bela Negara Gelombang 3 di Sibolangit Camping Ground.

‎

‎Mengangkat tema “Membangun Kapasitas Diri untuk Menjadi Pemimpin yang Berkarakter PKS (Potensial, Kompeten, Solih)”, pembekalan tersebut menekankan pentingnya proses pengembangan diri sebagai fondasi dalam membangun kepemimpinan yang berkarakter.

‎

‎Potensi Harus Dikembangkan

‎

‎Dalam materi kepemimpinan tersebut, Hadian menekankan pentingnya setiap kader mengenali potensi yang dimiliki dan mengembangkannya secara berkelanjutan melalui proses belajar, latihan dan pengalaman.

‎

‎Potensi menjadi modal awal, tetapi belum cukup untuk menghadapi berbagai tantangan kepemimpinan. Potensi perlu diolah menjadi kemampuan yang dapat diterapkan dalam situasi nyata.

‎

‎Karena itu, kader didorong untuk terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta kemampuan dalam mengambil keputusan.

‎

‎Kompetensi menjadi bagian penting karena seorang pemimpin dituntut mampu menerjemahkan gagasan menjadi tindakan, sekaligus menghadapi persoalan dengan pertimbangan yang tepat dan bertanggung jawab.

‎

‎Dengan demikian, kapasitas kepemimpinan tidak terbentuk secara instan. Ia tumbuh melalui proses panjang yang membutuhkan kemauan untuk belajar, keberanian mencoba, pengalaman serta evaluasi.

‎

‎Kompetensi Harus Berjalan Bersama Karakter

‎

‎Namun, kemampuan saja tidak cukup.

‎

‎Dalam tema yang disampaikan Hadian, unsur Solih menjadi bagian penting dari karakter kepemimpinan. Kemampuan memimpin perlu berjalan bersama integritas, keteladanan dan tanggung jawab moral.

‎

‎Seorang pemimpin bukan hanya dituntut mampu mengarahkan orang lain, tetapi juga harus memiliki pijakan nilai ketika mengambil keputusan dan menjalankan amanah.

‎

‎Dalam kerangka tersebut, Potensial, Kompeten dan Solih dipandang sebagai satu kesatuan.

‎

‎Potensi menjadi modal awal untuk berkembang. Kompetensi menjadi kemampuan yang terus diasah. Sementara Solih menjadi landasan karakter dalam menggunakan kemampuan tersebut secara bertanggung jawab.

‎

‎Di sinilah kepemimpinan tidak sekadar berbicara tentang kemampuan berada di depan, tetapi juga tentang kesiapan menjaga nilai ketika seseorang dipercaya memegang amanah.

‎

‎Kembara Menjadi Ruang Pembinaan

‎

‎Pembekalan kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Kembara Kemah Bela Negara Gelombang 3 bagi kader pelopor PKS Sumatera Utara.

‎

‎Kegiatan di Sibolangit Camping Ground tidak hanya menjadi ruang kebersamaan dan aktivitas lapangan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kader untuk mendapatkan pembekalan dan memperkuat kapasitas diri.

‎

‎Suasana perkemahan memberikan ruang bagi kader untuk belajar dalam kondisi yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Proses tersebut menjadi bagian dari pengalaman yang dapat memperkaya wawasan sekaligus melatih kesiapan menghadapi berbagai keadaan.

‎

‎Melalui pembinaan seperti ini, kader pelopor diharapkan mampu membawa nilai-nilai kepemimpinan yang diperoleh selama kegiatan ke dalam aktivitas organisasi maupun kehidupan bermasyarakat.

‎

‎Menjadi Pemimpin yang Memberi Manfaat

‎

‎Pada akhirnya, kepemimpinan bukan semata tentang siapa yang berada di depan, tetapi tentang seberapa siap seseorang mengembangkan potensi, meningkatkan kompetensi dan menjaga karakter ketika menerima amanah.

‎

‎Potensi tanpa pengembangan akan sulit menghasilkan kemampuan. Kompetensi tanpa karakter berisiko kehilangan arah. Sementara karakter yang baik perlu didukung kemampuan agar dapat diwujudkan dalam tindakan nyata.

‎

‎Karena itu, pembentukan pemimpin membutuhkan proses yang menyatukan ketiganya: Potensial, Kompeten dan Solih.

‎

‎Dari Sibolangit, pesan kepemimpinan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi kader pelopor PKS Sumatera Utara untuk terus belajar, bertumbuh dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang mampu menjalankan amanah serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.***

‎(Sarifudin Sinaga)

Duta Nusantara News